Silicone sealant adalah jenis sealant yang berbahan dasar polimer silikon dengan elastisitas seperti karet.

Bahan ini terbuat dari polimer silikon yang tahan terhadap suhu tinggi, air, dan cuaca. Jadi tak heran kalau keawetan produk ini bisa bertahun-tahun.

Produk ini digunakan untuk mengisi dan menutup celah atau ruang di antara dua material agar terhindar dari kebocoran air dan mengurangi kerusakan akibat perubahan cuaca atau sinar UV.

Salah Penggunaan Silicone Sealant

Kesalahan Penggunaan Silicone Sealant

Beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan saat menggunakan silicone sealant meliputi:

#1 Tidak memeriksa tanggal kadaluarsa

Pastikan lem perekat yang kamu pakai masih layak digunakan. Artinya, tanggal kadaluarsa produk haruslah masih panjang, kenapa? Karena saat sealant silicon mencapai akhir masa simpannya akan membuat sealant membutuhkan waktu lama untuk mengering dan tak bisa digunakan lagi.

#2 Permukaan yang tidak dibersihkan

Akan sulit untuk menempelkan sealant pada permukaan yang mengandung kotoran, minyak, lemak dan residu lainnya. Kebersihan permukaan yang buruk dapat mengurangi daya rekat sealant.

#3 Tidak membaca petunjuk penggunaan

Setiap produk silicone sealant bisa memiliki petunjuk penggunaan yang berbeda. Penting untuk membaca dan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh produsen, termasuk waktu pengeringan yang direkomendasikan dan kondisi aplikasi yang optimal.

#4 Aplikasi terlalu tebal

Memakai sealant terlalu tebal tidak hanya membuang-buang bahan, tetapi juga dapat menghasilkan tampilan yang tidak rapi dan memperpanjang waktu pengeringan. Sebaiknya, gunakan sealant dengan lapisan tipis yang cukup untuk menyegel celah atau sambungan.

Kesalahan-kesalahan ini dapat menyebabkan sealant tidak bekerja dengan baik, bocor, atau mudah rusak.

Lantas, bagaimana cara menggunakan lem sealant dengan benar?

Cara Menggunakan Sealant

Langkah pertama yang perlu anda lakukan adalah membersihkan dan mengeringkan permukaan yang akan dilem. Pastikan permukaan bebas dari debu, kotoran, dan minyak. Biarkan permukaan benar-benar kering sebelum diaplikasikan sealant.

Kemudian, lindungi area di sekitar permukaan yang akan dilem dengan menggunakan masking tape atau corong. Hal ini untuk mencegah sealant menempel pada permukaan lain yang tidak diinginkan.

Alat dan Bahan:

Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan sebelum memulai, antara lain:

  1. Lem sealant silicone
  2. Cutter
  3. Alat bantu lem tembak (jika menggunakan sealant tube)
  4. Masking tape atau corong

Langkah-langkah:

Potong ujung tabung sealant dengan cutter. Pasang kepala tambahan pada tabung sealant dan potong ujungnya miring dengan sudut 45 derajat. Masukkan sealant ke dalam alat tembak lem.

Aplikasikan sealant secara perlahan dan hati-hati, pastikan lubang atau celah yang ingin dilem terisi penuh dengan sealant. Gunakan tekanan yang stabil saat mengeluarkan sealant dari tabung.

Setelah sealant diaplikasikan, ratakan permukaannya dengan menggunakan spatula atau jari yang dibasahi air. Pastikan sealant terdistribusi secara merata dan tidak ada gumpalan. Segera lepaskan masking tape setelah sealant diaplikasikan.

Tunggu 5-10 menit agar permukaan sealant mengering. Sealant akan kering sempurna dalam waktu 24 jam. Hindari menyentuh atau menggeser sealant sebelum kering sepenuhnya.

Setelah selesai digunakan, simpan kembali sealant di tempat yang sejuk dan kering, hindari dari paparan sinar matahari langsung dan suhu ekstrim.

FAQ

Tips Menggunakan Silicone Sealant

Berapa lama sealant mengeras?

Pada umumnya, sealant akan mengeras dalam Waktu 6-10 menit dan mengeras secara sempurna dalam Waktu 24 jam.

Lama keringnya sealant tergantung pada ketebalan aplikasi dan suhu ruangan. Semakin tebal aplikasinya, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk kering. Suhu ruangan yang hangat dan kering akan mempercepat proses pengeringan.

Apakah sealant bisa nempel di tembok?

Ya, sealant bisa nempel di tembok, tapi jenis sealant yang digunakan harus sesuai.

Sealant, terutama jenis silicone sealant, bisa menempel di tembok dengan baik asalkan permukaan tembok telah dibersihkan dengan benar dan tidak ada debu, kotoran, atau minyak yang tersisa.

Untuk beberapa jenis tembok, seperti tembok yang berpori atau berlapis cat tertentu, mungkin perlu menggunakan primer atau pengikat khusus sebelum mengaplikasikan sealant. Primer membantu meningkatkan daya rekat sealant dengan permukaan tembok.

Apakah sealant mudah terbakar?

Jawabannya tergantung pada jenis sealant itu sendiri.

Sealant, terutama silicone sealant, memiliki sifat yang relatif tahan terhadap api dan tidak mudah terbakar dalam kondisi normal penggunaan

Jenis polyurethane sealant memiliki sifat bahan yang dapat dengan mudah terbakar, sehingga rawan digunakan pada tempat-tempat yang dekat dengan penggunaan api.

Sedangkan sealant acrylic tidak mudah terbakar. Jenis ini terbuat dari bahan dasar air dan tidak mengandung pelarut yang mudah terbakar.

Apakah sealant bisa untuk keramik?

Ya, sealant bisa digunakan untuk keramik. Sealant dapat membantu merekatkan keramik, mengisi celah antar keramik (nat).

Sealant jenis silicone cocok digunakan di antara potongan-potongan keramik, seperti di antara ubin lantai atau dinding, untuk mengisi celah dan mencegah masuknya air atau kelembapan.

Write A Comment