Pelajaran dari Lomba Lari Kelinci dan Kura-kura

Pin It

Rasanya kita semua tahu dongeng kelinci yang kalah dalam lomba lari melawan kura-kura. Kelinci menganggap remeh, yakin bisa mengalahkan kura-kura karena jalannya lebih cepat. Ketika nelihat kura-kura tertinggal jauh di belakang, si kelinci ingin rileks dulu. Lalu duduk-duduk di bawah pohon. Celakanya, si kelinci tertidur. Ketika terbangun, dia lalu lari secepat-cepatnya mengejar kura-kura. Tapi terlambat. Kura-kura memenangkan lomba. Pelajaran yang bisa dipetik dari dongeng yang sering kita dengar di masa kanak-kanak ini adalah: terus menerus giat, kendati pun lambat, akan bisa memenangkan lomba.

pelajaran-dari-lomba-lari-kelinci-dan-kura-kura

Kisah ternyata tidak berhenti sampai di sini. Ada lagi kisah lain yang menarik. Konon, kelinci kecewa karena kalah, lalu merenung dan introspeksi diri, salahnya di mana.

''Saya kalah karena rasa percaya diri yang berlebihan, tidak hati-hati, dan lalai. Kalau saja saya tidak anggap remeh si kura-kura, saya pasti bisa mengalahkannya,''pikirnya.

Kelinci lalu mendatangi kura-kura dan mengajak lomba lagi. Kura-kura setuju. Kali ini, kelinci berusaha lari secepat-cepatnya tanpa berhenti. Mulai dari garis start sampai garis finish. Kali ini, kelinci menang.

Hikmah cerita: Cepat dan konsisten akan bisa mengalahkan yang pelan dan terus saja pelan. Yang pelan dan pasti memang baik, tapi akan lebih baik lagi cepat tapi dengan perhitungan dan dapat dipertanggungjawabkan.

LANJUTAN KISAH

Sesudah kalah, kura-kura merenungi kekalahannya. Ia sadar, tak akan bisa mengalahkan kelinci dengan rute seperti yang ditempuh dalam kedua perlombaan terdahulu. Lalu memikirkan rute lain dan mengajak kelinci lomba lari lagi.

Kelinci setuju. Ia kembali lari secepat mungkin secara konsisten. Lari dengan kecepatan tertinggi tanpa berhenti sekali pun. Kelinci baru terhenti ketika sampai di tepi sungai yang lebar. Garis finish yang ditetapkan terletak beberapa kilo di seberang sungai.

Melihat kenyataan ini, kelinci terdiam dan berpikir, apa yang bisa dilakukan agar bisa sampai ke seberang sungai dengan selamat. Sementara kelinci masih berpikir, kura-kura tiba di tepi sungai dan langsung berenang ke seberang sungai. Lalu jalan terus dan mencapai garis finish.

Hikmah cerita: Pertama-tama kenali dulu kompetensi utama, kemampuan inti atau core competency. Sesudah itu, ubah lapangan permainan. Cari yang sesuai dengan core competency kita.

KISAH MASIH BERLANJUT

Sesudah beberapa kali lomba, kura-kura dan kelinci akhirnya menjadi sahabat. Sesudah sama-sama berpikir, keduanya sadar, dalam lomba terakhir itu mestinya mereka bisa lari dengan cara yang lebih baik. Untuk membuktikan kebenaran dari hasil pemikiran ini, mereka lalu lomba lari lagi untuk kali terakhir.

Dalam lomba ini, mereka lari sebagai tim. Kali ini, saat melewati jalan darat, kelinci menggendong kura-kura. Begitu sampai di tepi sungai, kura-kura mengambil alih. Menggendong kelinci di punggungnya dan menyeberangi sungai bersama. Ketika sampai di seberang sungai, kelinci kembali menggendong kura-kura. Kali ini, mereka mencapai garis finish bersama-sama. Keduanya merasa jauh lebih senang dan jauh lebih bahagia dibanding sebelumnya.

Hikmah cerita: Baik kura-kura maupun kelinci tidak menyerah sesudah gagal.

  • Kelinci: Kelinci memutuskan untuk bekerja keras dan mengerahkan upaya dan tenaga yang lebih besar sesudah gagal.
  • Kura-kura: Kura-kura sudah bekerja keras, tapi tetap saja gagal. Karena itu, ia lalu mengubah strategi.

KESIMPULAN AKHIR

  • Dalam hidup ini, ketika menghadapi kegagalan, kadang kita harus bekerja lebih beras dan mengerahkan upaya yang lebih besar. Kadang, yang lebih tepat adalah mengubah strategi dan mencobanya dengan cara lain. Kadang, yang tepat adalah melakukan keduanya.
  • Kura-kura dan kelinci juga mendapat pelajaran baru yang penting. Jika kita tidak bersaing dengan rival kita, tapi mulai bersaing menghadapi situasi, kita bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.
  • Pandai, cerdik, cemerlang, punya kompetensi inti yang menjadi khas diri sendiri itu bati. Tapi, jika kita bisa bekerja sebagai tim, saling menguatkan kemampuan inti masing-masing, kinerja kita akan menjadi jauh lebih baik lagi. Dalam realita, selalu ada kemungkinan di mana kita menghadapi situasi yang membuat kita tak berkutik dan tak ada satu pun yang bisa kita lakukan. Tapi ada orang lain yang bisa menghadapi situasi itu secara lebih baik.
  • Kerja tim itu pada dasarnya adalah kepemimpinan situasional. Yang dimaksudkan adalah, mengizinkan orang yang mempunyai kompetensi inti yang relevan untuk memimpin situasi tertentu.
  • Cepat dan konsisten selalu akan mengalahkan yang pelan dan tak mau berubah.
  • Salah satu kunci untuk sukses adalah bekerja sesuai dengan kompetensi kita.
  • Mengerahkan segenap sumber daya dan bekerja sebagai tim akan mendatangkan hasil yang lebih baik ketimbang bekerja sendiri.
  • Jangan pernah menyerah jika menghadapi kegagalan.
  • Bersaing dengan situasi, jangan dengan rival.

Selamat menjadi pemenang!

 

Pin It

Comments   

 
ahmadi
#2 ahmadi 2014-06-21 21:16
Inspirasi
Quote
 
 
rahma
#1 rahma 2013-11-19 07:31
cerita yang baik
Quote
 

Add comment

Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi aura.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

mbi-bintang-online mbi-tabloid-bintang mbi-bintang-home mbi-home-living mbi-aura mbi-wonder-teen